Selasa, 13 Februari 2018

KONSTRUKSI RUMAH KAYU



KONSTRUKSI RUMAH KAYU
Cahyo Kucoro, Widyasiswara PPPPTK BOE Malang

Abstrak

Indonesia adalah negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup tinggi, hal ini disebabkan karena wilayah kepulauan Indonesia berada di antara 4 (empat) sistem tektonik yang aktif, yaitu tapal batas lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Disamping itu Indonesia adalah Negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga selain rawan terhadap gempa juga rawan terhadap  tsunami.
Pengetahuan tentang gempa bumi penting bagi masyarakat agar masyarakat memahami akibat dan membangun rumah yang tahan gempa untuk mengurangi resiko ketika getaran gempa menerpa bangunan. Salah satu material yang sering digunakan dalam membangun rumah yang tahan gempa adalah kayu. Pada prinsipnya penggunaan kayu bertujuan untuk mempertahankan kekuatan struktur serta memiliki fleksibilitas untuk bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap dan dinding pada tempatnya dengan sedikit kerusakan.

Kata kunci : Resiko terhadap gempa bumi, material yang dipakai.

Pendahuluan
        Rumah kontruksi kayu adalah bangunan rumah dengan menggunakan system struktur rangka pemikul dari bahan kayu. Bisa disebut sebagai rumah kayu, ciri-cirinya yaitu seluruh komponen struktur atap, balok dan kolom serta dinding yang digunakan adalah kayu. Rumah dengan struktur rangka kayu harus menggunakan sambungan-sambungan takik yang dikencangkan dengan menggunakan paku minimal 4 buah.
        Panjang paku yang digunakan minimal 2,5 kali tebal kayu yang terkecil. Apabila struktur kayu ini memikul beban berat (seperti struktur kayu untuk bangunan gudang atau garasi kendaraan), maka sambungan kayu harus dikencangkan dengan menggunakan baut berdiameter minimal 10 mm. Semua kayu yang digunakan harus kering dan bila perlu diawetkan sesuai dengan persyaratan pengawetan kayu.
1.    Struktur Atap
Komponen utama dari sruktur atap adalah kuda-kuda. Kontruksi kuda-kuda kayu umumnya merupakan suatu kontruksi penyanggah atau pendukung utama dari atap. Kontruksi kuda-kuda kayu mempunyai syarat tidak boleh berubah bentuk, terutama jika sudah berfungsi. Beban-beban atap yang harus diterima kontruksi kuda-kuda kayu melalui gording-gording yang sedapat mungkin disalurkan / diterima tepat pada titik buhul. Dengan demikian rangka batang dapat bekerja sesuai dengan perhitungan besarnya gaya batang dan juga batang tersebut tidak terjadi tegangan lentur melainkan hanya terdapat tegangan normal tekan dan tarik.

Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Rumah%20Kayu%201.JPG
Gambar 1. Rumah tinggal dengan konstruksi rangka sederhana dan pondasi tiang
Kuda-kuda kayu adalah balok kayu dengan ukuran tertentu yang dirakit dan dibentuk sehingga membentuk segitiga sama kaki. Kuda-kuda diletakkan pada beton ring balk bersudut tertentu dengan fungsi sebagai pembentuk model atap bangunan, tumpuan balok gording, rangka atap kaso, reng dan atap genteng. Struktur rangka dibuat dari kayu atau tumpuan (pelat dinding atau kolom masing-masing).
Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Rumah%20Kayu%202.JPG
Gambar 2. Kuda-kuda yang terbuat dari kayu
Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Rumah%20Kayu%203.JPG
Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Rumah%20Kayu%204%20JPG.JPG
                 Gambar 3. Detail sambungan kuda-kuda
Kontruksi atap kayu mempunyai sifat-sifat yang menarik, meskipun ada juga kendalanya karena tradisi tukang kayu. Sifat-sifat yang menguntungkan itu ialah :
     a)    Bobotnya yang ringan, sehingga menentukan beban pada kontruksi atap.
     b)    Kekuatannya pada gaya tarik, gaya tekan dan momen lengkung
     c)    Harganya yang hemat dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya       dengan cepat.
   d)    Ringan dan sekaligus tepatnya dalam pengerjaan dengan mesin dan alat sederhana.
Dalam beberapa keadaan, kelemahan kayu sebagai bahan antara lain mudahnya terbakar, kecenderungan berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan retak-retak karena pengeringan), mudahnya kena pembusukan dan serangan hama.
1.    Balok dan Kolom
Balok kayu yang digunakan dalam kontruksi rumah kayu biasanya berdimensi 10/10 cm. Fungsi kolom (kolom strukture) sebagai penyalur beban dari atas (atap) ke pondasi – ke tanah, Fungsi balok ring (ring balk) sebagai pengikat kolom. Antara balok dan kolom dihubungkan dengan sambungan. Sambungan adalah elemen yang sangat penting dalam desain dan kontruksi bangunan tahan gempa. Sambungan diperlukan karena terbatasnya panjang bentang material kayu yang ada dipasaran dan berfungsi untuk menggabungkan beberapa batang kayu pada satu buhul / joint. Sebagai contohnya adalah sambungan antara balok dan kolom yang biasanya menggunakan pasak atau balok. 
Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Detail%20kuda-kuda%202JPG.JPG  
Gambar 4. Detail sambungan kolom sudut dengan ring balok.
2.    Dinding
Fungsi dinding sebagai pembatas ruang, bukan fungsi struktur. Sehingga  pemilihan materialnya tidak diperlukan yang terlalu kuat. Biasanya digunakan papan kayu dengan dimensi 2/20 cm. Papan kayu yang digunakan sebagai dinding tersebut disusun dengan konstruksi alur lidah. Apabila digunakan kayu sebagai dinding, maka jumlah paku yang digunakan sekurang-kurangnya 2 buah.
Description: http://vedcmalang.com/pppptkboemlg/images/gbartikeldep30/cahyokuncoro/Rumah%20Kayu%207.JPG
  Gambar 5. Sambungan antara dinding papan kayu dengan kolom
A.                    A. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Kayu
1.    Kelebihannya :
     a)    Tahan terhadap gempa
     b)    Bobotnya yang ringan, sehingga tidak perlu membebani struktur
     c)    Kekuatannya terhadap gaya tarik, gaya tekan dan momen lengkung besar.
    d)    Harganya yang hemat dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya       dengan cepat.
    e)    Mudah dalam pengerjaan dengan mesin dan alat sederhana.
    f)     Bisa dibongkar pasang
2.    Kelemahannya :
     a)    Mudah terbakar
     b)  Kecenderungannya berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan            retak-retak karena pengeringan)
      c)    Mudahnya kena pembusukan dan serangan hama terutama rayap.
B.                      B.  Penyebab Kerusakan Rumah Kayu
         Penggunaan kayu dalam struktur rumah sangat banyak digunakan baik dalam struktur dinding, lantai, plafoon, rangka atap, kusen dan juga dipergunakan sebagai tiang dalam struktur rumah panggung. Ketika bangunan rumah kita baru selesai dikerjakan mungkin rumah kita akan kelihatan kokoh dan menarik, tapi oleh sifat kayu yang mudah berubah oleh pengaruh cuaca maupun mudah rusak oleh pengaruh serangan rayap, maka dalam kurun waktu beberapa yang lama tanpa kita sadari sruktur rumah kita tersebut sudah rusak atau kekuatannya sudah tidak bagus lagi. Serangan terhadap kayu pada struktur rumah kita disamping jenis kayunya juga dipengaruhi lingkungan dan iklim dimana rumah kita bangun.

    Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan dan keawetan kayu dibangunan kita :
1.    Pengaruh Cuaca
Kayu yang sering berhadapan dengan udara terbuka yang terletak didaerah curah hujan dan kelembaban kayu cepat lembab sehingga dalam waktu yang lama kayu akan menyerap air sehingga kayu akan mengembang yang memungkinkan kayu menjadi melengkung kesalah satu sisi (twist). Kerusakkan lainnya yang mungkin terjadi jika kayu sering kena air atau pengaruh udara yang terlalu lembab adalah kayu membusuk atau menjadi lapuk.
2.    Serangan Binatang
Binatang yang sering menyerang bangunan rumah kayu adalah rayap, tikus dan kumbang pengerat. Rayap adalah binatang yang hidup dalam komunitas besar yang sangat menyukai tempat yang lembab dan gelap, oleh bentuknya yang kecil kita sering tidak memperhatikan binatang ini telah merusak bangunan rumah kita. Kita tidak menyadari tempat-tempat  yang tertutup sudah dirusak oleh rayap tersebut hingga kayu sudah berlubang ataupun berongga. Demikian juga tikus pengerat kayu merupakan binatang yang sering menyebalkan, dimana tikus ini akan mengerat kayu sampai berlubang. Untuk kumbang penyengat, biasanya mereka mencari tempat gelap seperti dirangka atap. Mereka sering membuat lubang di kayu sebagai tempat bersembunyi.
3.    Pengaruh Pembebanan.
Pembebanan yang tidak sesuai terhadap kayu akan menimbulkan lengkungan dan kayu bisa sampai patah. Penempatan beban berat di lantai, mungkin tidak menyebabkan kerusakkan secara langsung tapi serat kayu akan tertarik jika beban semakin berat, jika dipengaruhi oleh unsur dari luar   misalnya kelembaban, maka kekuatan kayu akan cepat menurun hingga kayu akan patah. Ukuran kayu untuk menahan beban harus diperhitungkan secara benar terutama tiang, balok maupun rangka kuda-kuda dan rangka atap. Karena sifat kayu yang muda memuntir akan menyebabkan kayu cepat melengkung hingga cepat patah bila ukuran kayu tidak mampu menahan beban terlalu besar.
Kesimpulan :
1.  Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup tinggi, hal ini disebabkan karena wilayah kepulauan negara Indonesia berada di antara 4 (empat) sistem tektonik yang masih aktif.
2.  Negara Indonesia terletak pada tapal batas lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina dan lempeng Pasifik.  Disamping itu Indonesia adalah Negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga selain rawan terhadap gempa juga rawan terhadap  tsunami.
3.  Pengetahuan tentang gempa bumi penting bagi masyarakat agar masyarakat memahami akibat dan membangun rumah yang tahan gempa untuk mengurangi resiko ketika getaran gempa menerpa bangunan.
4.  Pada prinsipnya penggunaan kayu bertujuan untuk mempertahankan kekuatan struktur serta memiliki fleksibilitas untuk bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap dan dinding pada tempatnya dengan sedikit kerusakan.

Referensi :
http://www.scribd.com/doc/79651990/KONSTRUKSI-RUMAH-KAYU
http://www.rudydewanto.com/2011/02/rumah-konstruksi-kayu.html
http://wooden-villa.blogspot.com/2009/03/konstruksi-rumah-kayu-luxury-villa.html
http://therumahminimalis.com/konstruksi/konstruksi-rumah-kayu.html 
https://probohindarto.wordpress.com/2009/07/16/mengenal-konstruksi-struktur-atap-kayu-untuk-rumah-tinggal/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar