KONSTRUKSI RUMAH KAYU
Cahyo Kucoro, Widyasiswara PPPPTK BOE Malang
Abstrak
Indonesia
adalah negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup
tinggi, hal ini disebabkan karena wilayah kepulauan Indonesia berada di antara
4 (empat) sistem tektonik yang aktif, yaitu tapal batas lempeng Eurasia,
lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Disamping itu
Indonesia adalah Negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia
sehingga selain rawan terhadap gempa juga rawan terhadap tsunami.
Pengetahuan
tentang gempa bumi penting bagi masyarakat agar masyarakat memahami akibat dan
membangun rumah yang tahan gempa untuk mengurangi resiko ketika getaran gempa
menerpa bangunan. Salah satu material yang sering digunakan dalam membangun
rumah yang tahan gempa adalah kayu. Pada prinsipnya penggunaan kayu bertujuan
untuk mempertahankan kekuatan struktur serta memiliki fleksibilitas untuk
bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap dan dinding pada
tempatnya dengan sedikit kerusakan.
Kata kunci : Resiko terhadap gempa bumi,
material yang dipakai.
Pendahuluan
Rumah kontruksi kayu adalah bangunan rumah dengan menggunakan system struktur
rangka pemikul dari bahan kayu. Bisa disebut sebagai rumah kayu, ciri-cirinya
yaitu seluruh komponen struktur atap, balok dan kolom serta dinding yang
digunakan adalah kayu. Rumah dengan struktur rangka kayu harus menggunakan
sambungan-sambungan takik yang dikencangkan dengan menggunakan paku minimal 4
buah.
Panjang paku yang digunakan minimal 2,5 kali tebal kayu yang terkecil. Apabila
struktur kayu ini memikul beban berat (seperti struktur kayu untuk bangunan
gudang atau garasi kendaraan), maka sambungan kayu harus dikencangkan dengan
menggunakan baut berdiameter minimal 10 mm. Semua kayu yang digunakan harus
kering dan bila perlu diawetkan sesuai dengan persyaratan pengawetan kayu.
1. Struktur Atap
Komponen utama dari
sruktur atap adalah kuda-kuda. Kontruksi kuda-kuda kayu umumnya merupakan suatu
kontruksi penyanggah atau pendukung utama dari atap. Kontruksi kuda-kuda kayu
mempunyai syarat tidak boleh berubah bentuk, terutama jika sudah berfungsi.
Beban-beban atap yang harus diterima kontruksi kuda-kuda kayu melalui
gording-gording yang sedapat mungkin disalurkan / diterima tepat pada titik
buhul. Dengan demikian rangka batang dapat bekerja sesuai dengan perhitungan
besarnya gaya batang dan juga batang tersebut tidak terjadi tegangan lentur
melainkan hanya terdapat tegangan normal tekan dan tarik.

Gambar
1. Rumah tinggal dengan konstruksi rangka sederhana dan pondasi tiang
Kuda-kuda kayu adalah
balok kayu dengan ukuran tertentu yang dirakit dan dibentuk sehingga membentuk
segitiga sama kaki. Kuda-kuda diletakkan pada beton ring balk bersudut tertentu
dengan fungsi sebagai pembentuk model atap bangunan, tumpuan balok gording, rangka
atap kaso, reng dan atap genteng. Struktur rangka dibuat dari kayu atau tumpuan
(pelat dinding atau kolom masing-masing).
Gambar
2. Kuda-kuda yang terbuat dari kayu


Gambar 3. Detail sambungan kuda-kuda
Kontruksi atap kayu
mempunyai sifat-sifat yang menarik, meskipun ada juga kendalanya karena tradisi
tukang kayu. Sifat-sifat yang menguntungkan itu ialah :
a) Bobotnya yang ringan,
sehingga menentukan beban pada kontruksi atap.
b) Kekuatannya pada gaya
tarik, gaya tekan dan momen lengkung
c) Harganya yang hemat
dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya
dengan cepat.
d) Ringan dan sekaligus
tepatnya dalam pengerjaan dengan mesin dan alat sederhana.
Dalam beberapa
keadaan, kelemahan kayu sebagai bahan antara lain mudahnya terbakar,
kecenderungan berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan retak-retak
karena pengeringan), mudahnya kena pembusukan dan serangan hama.
1. Balok dan Kolom
Balok kayu yang
digunakan dalam kontruksi rumah kayu biasanya berdimensi 10/10 cm. Fungsi kolom
(kolom strukture) sebagai penyalur beban dari atas (atap) ke pondasi – ke
tanah, Fungsi balok ring (ring balk) sebagai pengikat kolom. Antara balok dan
kolom dihubungkan dengan sambungan. Sambungan adalah elemen yang sangat penting
dalam desain dan kontruksi bangunan tahan gempa. Sambungan diperlukan karena
terbatasnya panjang bentang material kayu yang ada dipasaran dan berfungsi untuk
menggabungkan beberapa batang kayu pada satu buhul / joint. Sebagai contohnya
adalah sambungan antara balok dan kolom yang biasanya menggunakan pasak atau
balok.
Gambar
4. Detail sambungan kolom sudut dengan ring balok.
2. Dinding
Fungsi dinding sebagai
pembatas ruang, bukan fungsi struktur. Sehingga pemilihan materialnya
tidak diperlukan yang terlalu kuat. Biasanya digunakan papan kayu dengan
dimensi 2/20 cm. Papan kayu yang digunakan sebagai dinding tersebut disusun
dengan konstruksi alur lidah. Apabila digunakan kayu sebagai dinding, maka
jumlah paku yang digunakan sekurang-kurangnya 2 buah.

Gambar
5. Sambungan antara dinding papan kayu dengan kolom
A.
A. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Kayu
1. Kelebihannya :
a) Tahan terhadap gempa
b) Bobotnya yang ringan,
sehingga tidak perlu membebani struktur
c) Kekuatannya terhadap
gaya tarik, gaya tekan dan momen lengkung besar.
d) Harganya yang hemat
dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya
dengan cepat.
e) Mudah dalam pengerjaan
dengan mesin dan alat sederhana.
f) Bisa dibongkar pasang
2. Kelemahannya :
a) Mudah terbakar
b) Kecenderungannya
berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan
retak-retak karena pengeringan)
c) Mudahnya kena
pembusukan dan serangan hama terutama rayap.
B.
B. Penyebab Kerusakan Rumah Kayu
Penggunaan kayu dalam struktur rumah sangat banyak
digunakan baik dalam struktur dinding, lantai, plafoon, rangka atap, kusen dan
juga dipergunakan sebagai tiang dalam struktur rumah panggung. Ketika bangunan
rumah kita baru selesai dikerjakan mungkin rumah kita akan kelihatan kokoh dan
menarik, tapi oleh sifat kayu yang mudah berubah oleh pengaruh cuaca maupun
mudah rusak oleh pengaruh serangan rayap, maka dalam kurun waktu beberapa yang
lama tanpa kita sadari sruktur rumah kita tersebut sudah rusak atau kekuatannya
sudah tidak bagus lagi. Serangan terhadap kayu pada struktur rumah kita
disamping jenis kayunya juga dipengaruhi lingkungan dan iklim dimana rumah kita
bangun.
Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan dan keawetan kayu
dibangunan kita :
1. Pengaruh Cuaca
Kayu yang sering
berhadapan dengan udara terbuka yang terletak didaerah curah hujan dan
kelembaban kayu cepat lembab sehingga dalam waktu yang lama kayu akan menyerap
air sehingga kayu akan mengembang yang memungkinkan kayu menjadi melengkung
kesalah satu sisi (twist). Kerusakkan lainnya yang mungkin terjadi jika
kayu sering kena air atau pengaruh udara yang terlalu lembab adalah kayu
membusuk atau menjadi lapuk.
2. Serangan Binatang
Binatang yang sering
menyerang bangunan rumah kayu adalah rayap, tikus dan kumbang pengerat. Rayap
adalah binatang yang hidup dalam komunitas besar yang sangat menyukai tempat
yang lembab dan gelap, oleh bentuknya yang kecil kita sering tidak
memperhatikan binatang ini telah merusak bangunan rumah kita. Kita tidak
menyadari tempat-tempat yang tertutup sudah dirusak oleh rayap tersebut
hingga kayu sudah berlubang ataupun berongga. Demikian juga tikus pengerat kayu
merupakan binatang yang sering menyebalkan, dimana tikus ini akan mengerat kayu
sampai berlubang. Untuk kumbang penyengat, biasanya mereka mencari tempat gelap
seperti dirangka atap. Mereka sering membuat lubang di kayu sebagai tempat
bersembunyi.
3. Pengaruh Pembebanan.
Pembebanan yang tidak
sesuai terhadap kayu akan menimbulkan lengkungan dan kayu bisa sampai patah.
Penempatan beban berat di lantai, mungkin tidak menyebabkan kerusakkan secara
langsung tapi serat kayu akan tertarik jika beban semakin berat, jika
dipengaruhi oleh unsur dari luar misalnya kelembaban, maka kekuatan
kayu akan cepat menurun hingga kayu akan patah. Ukuran kayu untuk menahan beban
harus diperhitungkan secara benar terutama tiang, balok maupun rangka kuda-kuda
dan rangka atap. Karena sifat kayu yang muda memuntir akan menyebabkan kayu
cepat melengkung hingga cepat patah bila ukuran kayu tidak mampu menahan beban
terlalu besar.
Kesimpulan :
1. Indonesia merupakan
negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup tinggi,
hal ini disebabkan karena wilayah kepulauan negara Indonesia berada di antara 4
(empat) sistem tektonik yang masih aktif.
2. Negara Indonesia
terletak pada tapal batas lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng
Filipina dan lempeng Pasifik. Disamping itu Indonesia adalah Negara
kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga selain rawan
terhadap gempa juga rawan terhadap tsunami.
3. Pengetahuan tentang
gempa bumi penting bagi masyarakat agar masyarakat memahami akibat dan
membangun rumah yang tahan gempa untuk mengurangi resiko ketika getaran gempa
menerpa bangunan.
4. Pada prinsipnya
penggunaan kayu bertujuan untuk mempertahankan kekuatan struktur serta memiliki
fleksibilitas untuk bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap
dan dinding pada tempatnya dengan sedikit kerusakan.
Referensi :
https://probohindarto.wordpress.com/2009/07/16/mengenal-konstruksi-struktur-atap-kayu-untuk-rumah-tinggal/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar