A. LANTAI
Lantai
merupakan penutup permukaan tanah dalam ruangan dan sekitar rumah (teras,carport).
Hal yang kadang terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang jenis,sifat dan
teknik pemasangan setiap lantai sehinggga lantai tidak terpasang secara baik
dan tidak berfungsi secara maksimal menurut kebutuhan ruang.
Ada
bermacam-macam jenis lantai,tetapi fungsi secara umum sebagai alas pijakan kaki
sehingga memberi kenyamanan ketika berjalan diatasnya.Lantai juga dapat memberi
nilai estetika suatu rumah sehingga dapat menambah nilai jual bangunan rumah.
Tinggi
lantai dari permukaan tanah tergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan
keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi
ada pula yang menyukai lantai yang tinggi. Didaerah yang rawan banjir ataupun
rob, lantai dibuat harus tinggi dari permukaan air banjir, terhadap jalan raya
sebaiknya lantai dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan raya.
Penggunaan
lantai pun bermacam-macam. Untuk dalam ruangan (interior) sebaiknya digunakan
bahan lantai yang mempunyai warna, pola, dan dimensi serta texstur yang halus.
Sedangkan untuk luar ruangan (exsterior) digunakan lantai yang bertexstur kasar
supaya tidak licin apabila terkena air.
- Jenis Bahan Lantai
jenis
bahan-bahan lantai biasanya digunakan yaitu tegel, lantai teraso, lantai
keramik, lantai marmer, lantai granit, lantai kayu.
1.
Lantai Tegel.
Lantai
tegel dibuat menggunakan campuran semen dan pasir. Warna lantai tegel dipasaran
beragam, mulai dari abu-abu, merah, biru, kuning dan lain sebagainya, lantai
tegel berukuran 30 cm x 30 cm atau 40 cm x 40 .cm. Lantai tegel merupakan
bahan lantai yang handal, sangat sesuai dengan iklim indonesia, juga memberikan
kesan sejuk terhadap ruangan.
Bila
akan menggunakan tegel sebagai lantai, pilihlah yang terlihat basah agar tidak
mudah pecah atau retak dan tidak gompel sisi-sisinya sehingga pada waktu
pemasangan terlihat bagus dan rapi.
Kelebihan lantai tegel dibandingkan dengan lantai yang lainya adalah harganya yang lumayan murah dan pemasangan yang mudah. Namun lantai tegel juga mempunyai kekurangan yaitu jika terkena asam (cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk di bersihkan.
Kelebihan lantai tegel dibandingkan dengan lantai yang lainya adalah harganya yang lumayan murah dan pemasangan yang mudah. Namun lantai tegel juga mempunyai kekurangan yaitu jika terkena asam (cuka) akan membekas/bernoda yang sulit untuk di bersihkan.
2.
Lantai Teraso
Lantai
teraso terbuat dari semen dan pasir yang pada bagian atasnya dilapisi bahan
keras dengan beberapa beberapa kombinasi campuran antara kulit kerang laut dan
pecahan marmer, sehingga tampak berbagai corak dan texstur sesuai bahan yang
digunakan.
Ukuran teraso yang dijual dipasaran
antara lain 20 cm x 20 cm,dan 30cm x 30cm dengan warna putih. Sifat
lantai teraso hampir mirip dengan lantai tegel. Hanya saja lantai teraso mudah
berlumut jika sering terkena air. Agar tahan lama lantai teraso harus sering
dilakukan pemolesan ulang.
3. Lantai
Keramik
Lantai
keramik merupkan jenis bahan lantai yang paling banyak digunakan masyarakat
pada saat ini karena sifatnya yang cocok dengan iklim indonesia. Bahkan warna,
corak, ukuran lantai keramik yang ada dipasaran juga beraneka ragam
sehingga banyak pilihanya. Saat ini keramik bukan merupakan bahan lantai rumah
yang mahal karena prodak local pun kini banyak dipasaran dengan kualitas yang
tidak kalah dengan keramik impor.
Pengerjaaan
lantai keramik relatif murah, sama dengan pemasangan lantai tegel dan
lantai teraso. Perawatan lantai keramik pun juga relatif mudah, juga tidak
mudah tergores. Jika terkena cairan atau kotoran, cairan atau kotoran tidak
akan membekas.
Untuk
ruang yang terkena air secara langsung, sebaiknya gunakan keramik yang
bertexstur kasar agar tidak licin. Sedangkan untuk ruangan yang lain
seperti ruangan tamu, ruang tidur, dan ruang keluarga sebaiknya digunakan
lantai bertexstur halus. Keramik juga biasanya digunakan untuk dinding kamar
mandi dan WC karena sifatnya yang tidak menyerap air dan mudah
dibersihkan.
4.
Lantai Marmer
Lantai
marmer dipasaran ada yang impor dan ada juga yang lokal, marmer impor berasal
dari Italia ,Australia, dan Amerika, sedangkan marmer lokal berasal dari
Lampung, Tulunggangung, dan Makasar. Lantai marmer terbuat dari batu marmer
yang ukuran awalnya berupa bongkahan, kemudian dipotong di pabrik pemotongan.
Konsumen
biasanya dapat menentukan sendiri ukuran yang diinginkan atau sesuai pesanan.
Warna dan motif yang ada dipasaran cukup bervariasi. Kesan yang ditampilkan
dari lantai marmer sangat indah dan mewah,tetapi harganya mahal karena marmer
terbentuk dari proses alam yang memakan waktu lama. Bahkan proses pengolahannya
pun lama. Marmer cocok digunakan di indonesia.
Kelebihan
lantai Marmer
Istimewanya
adalah tahan api dan lebih mampu menahan beban yang berat dibandingkan dengan
jenis yang lain. Hanya saja, kekurangan marmer adalah jika terkena cairan
berwarna (air kopi, air teh, atau tinta) akan meresap dan sulit hilang. Juga
jika tidak ada perawatan khusus, marmer bisa berlumut karena terkena cahaya matahari
secara terus menerus dan warna bisa berubah. Oleh karena itu, marmer cocok
digunakan untuk interior saja, minsalnya ruang tamu dan ruang keluarga.
B. DINDING
Dinding
adalah bagian bangunan yang sangat penting perannya bagi suatu konstruksi
bangunan. Dinding membentuk dan melindungi seluruh isi bangunan baik dari segi
konstruksi maupun dari segi artistik bangunan. Bahan mentah pembuatan dinding
bangunan dibedakan atas :
1.
Dinding Batu Bata
Dinding
batu bata merupakan dinding yang paling banyak digunakan dalam pembangunan
gedung baik gedung sederhana, perumahan, atau gedung berukuran besar. oleh
karena itu dinding batu bata mempunyai seni tersendiri dalam sistem
pemasangannya.
- Kelebihan menggunakan batu bata
–
kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan.
– jarang terjadi keretakan pada tembok.
– kuat dan tahan lama.
– jarang terjadi keretakan pada tembok.
– kuat dan tahan lama.
- Kekurangan menggunakan batu bata
–
waktu pemasangan lebih lama dibanding dinding lainnya.
– biaya lebih tinggi.
– biaya lebih tinggi.
2.
Dinding Batu Kapur
Dinding
ini banyak digunakan dipedasaan, rumah rakyat, pagar pembatas, atau rumah
sederhana.
- Kelebihan menggunakan batu kapur
–
Harga dinding batu kapur sangat murah.
– waktu pemasangan cepat dan memerlukan sedikit adukan semen-pasir.
– bila sudah diplester dinding ini tidak terlihat dari tanah atau kapur.
– waktu pemasangan cepat dan memerlukan sedikit adukan semen-pasir.
– bila sudah diplester dinding ini tidak terlihat dari tanah atau kapur.
- Kekurangan menggunakan batu kapur
–
Dinding ini memerlukan kolom praktis setiap 2.5 m.
3.
Dinding Batako
Batako
merupakan batu buatan yang pembuatannya tidak dibakar. Bahannya dari tras,
kapur, dan sedikit semen. Pemakaiannya lebih hemat dari dinding batu bata atau
dinding yang lainnya.
- Kelebihan menggunakan batako
–
pemasangannya lebih cepat.
– harga relatif murah.
– harga relatif murah.
- Kekurangan menggunakan batako
–
rapuh dan mudah retak.
– menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
– dinding mudah pecah.
– menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak.
– menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
– dinding mudah pecah.
– menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak.
4.
Dinding Bata Hebel atau celcon
Bata
hebel/celcon dibuat dengan mesin di pabrik. Dinding bata hebel/celcon adalah
bahan bangunan pembentuk dinding yang mutu kualitasnya tinggi. Penjualan bata
jenis ini tidak ada pada agen atau toko material. Melainkan harus memesan
terlebih dahulu.
- Kelebihan menggunakan hebel/celcon
–
kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
–
ringan dan tahan api.
–
pemasangan lebih cepat dan pemotongan lebih mudah hanya dengan menggunakan
gergaji.
- Kekurangan menggunakan hebel/celcon
–
harga relatif lebih mahal.
–
tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini.
–
hanya toko material besar yang menjual bata jenis ini.
C.
PLAFON
Plafond
atau langit-langit rumah merupakan bidang pembatas antara atap rumah dan
ruangan di bawahnya. Ketinggiannya plafond atau langit-langit rumah umumnya
berkisar antara 2,75 s/d 3,75 m. Plafond rumah memiliki banyak fungsi, fungsi
utama dari plafond adalah untuk menjaga kondisi suhu di dalam ruangan akibat
sinar matahari yang menyinari atap rumah. Udara panas di ruang atap ditahan
oleh plafond sehingga tidak langsung mengalir ke ruang di bawahnya sehingga
suhu ruang dibawahnya tetap terjaga.
Selain
menjaga kondisi suhu ruang dibawahnya, plafond juga berfungsi untuk melindungi
ruangan-ruangan didalam rumah dari rembesan air yang masuk dari atas atap,
menetralkan bunyi atau suara yang bising pada atap pada saat hujan. Selain itu
juga plafond dapat membantu menutup dan menyembunyikan benda-benda (seperti:
kabel instalasi listrik, telfon, pipa hawa) dan struktur atap sehingga interior
ruangan tampak lebih indah.
Namun
saat ini, fungsi plafond rumah juga telah mengalami perluasan persepsi, tak
hanya mengakomodir fungsi-fungsi di atas, desain plafond saat ini juga
dirancang sedemikian rupa sebagai pemberi kesan estetika khususnya pada
interior ruangan.
Kualitas
plafond rumah dipengaruhi oleh bahan atau material plafond yang
dipakai, dimana setiap bahan atau material plafond tentunya mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu bermunculan beragam bahan
dasar yang dapat diaplikasikan untuk membuat plafond dengan harga yang beragam
pula.
Bila
Anda masih bingung dan belum paham mengenai bahan-bahan maupun bagaimana cara
memilih bahan untuk plafond rumah yang baik, berikut ini beberapa tips yang
bisa Anda gunakan untuk mengetahui hal tersebut.
- Sifat Bahan dan Karkteristiknya
Semua
bahan untuk jenis plafond rumah merupakan bahan–bahan yang baik dan
berkualitas. Mengingat bahwa plafond adalah bagian yang juga menampilkan
keindahan rumah khususnya bagian interior, maka Anda harus selektif dan pandai
memilah jenis dan bahan plafond yang akan digunakan.
Sebelum
memilih model dan bahan dasar plafond yang akan Anda aplikasikan pada bagian
langit-langit rumah, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari
tiap jenis dan bahan plafond tersebut.
1.
Tripleks
Gambar Plafond (langit-langit) Rumah Dari Bahan Triplex
Plafond
berbahan tripleks merupakan jenis penutup plafond yang sering dipakai. Ukuran
tripleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm.
Pemasangan plafond ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun
dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan
pemasangannya. Rangka plafond dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan
ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Keunggulan
jenis plafond tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat dilakukan
oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya. Material
tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan bahan
yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk
menggantinya.
Kelemahan
bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan apabila
sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak.
2.
Eternit atau Asbes
Dalam
pasaran ukuran plafond eternit atau asbes adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x
1.00 m. Cara pemasangan pun sama dengan plafond tripleks. Anda dapat
menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm untuk
rangka plafon.
Keunggulannya
selain mudah didapat dipasaran, proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak
menemui kendala. Bahannya yang ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti
apabila terjadi kerusakan.
Kelemahan
bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan benturan
sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya tidak patah
atau retak.
3.
Serat (Fiber)
Saat
ini plafond fiber sudah banyak digunakan. Dalam aplikasi untuk plafond rumah
menggunakan papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement) Board. Harganya relatif
murah dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm
dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafond dapat mengunakan kaso 4/6 atau
5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm.
Keunggulan
plafond GRC tahan terhadap api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses
pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan
sama dengan plafond eternit atau asbes tak tahan benturan. Material GRC di
beberapa daerah masih jarang di jumpai.
4.
Gypsum Board
Plafond
gypsum salah satu jenis plafond yang sudah banyak digunakan untuk menutup
langit-langit rumah. Ukuran untuk plafond gypsum adalah 122 cm x 244 cm. Untuk
rangka seperti GRC Board anda dapat menggunakan kaso maupun besi hollow 4/4 dan
4/2.
Keunggulan,
pada saat terpasang plafond gypsum memiliki permukaan yang terlihat tanpa
sambungan sehingga banyak diminati masyarakat. Proses pengerjaanya pun lebih
cepat. Mudah diperoleh, diperbaiki serta diganti.
Kelemahan,
tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau rembesan
air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus untuk
mengaplikasikannya.
5.
Akustik Board
Plafond
akustik merupakan solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah ruangan yang dapat
meredam kebisingan. Karena plafond akustik merupakan plafond yang tahan
terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x
60 cm dan 60 cm x 120 cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan rangka kayu
atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi.
Keunggulan,
dapat meredam suara sehingga untuk kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai
oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan sehingga mudah untuk perbaikan atau
diganti dan proses pengerjaannya cepat.
Kelemahan,
tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta harganya
relatif lebih mahal.
Demikianlah
artikel tentang berbagai jenis material untuk plafond beserta karatteristiknya,
dengan mengetahui karakteristik dari tiap-tiap bahan maka Anda dapat mengtahui
kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap bahan. Selamat memilih bahan untuk
plafond rumah anda.
Lantai adalah salah satu unsur yang
ikut menentukan identitas suatu rumah.Jenis-jenis lantai juga sangat
bermacam-macam dengan harga yang bermacam-macam pula sesuai dengan desain dan
kebutuhan.Oleh karena itu memilih lantai untuk rumah harus teliti karena jenis
lantai yang digunakan akan sangat menentukan suasana di dalam rumah.
Lantai ubin menarik, tahan lama dan
mudah dibersihkan. Beberapa ubin bisa dipasang sendiri oleh pemilik rumah.
Terdapat ubin untuk memenuhi setiap penggunaan, setiap selera, dan setiap
kantong Anda.
Lantai batu telah digunakan selama ribuan tahun. Hari ini, lantai batu
menciptakan perasaan mewah. Tergantung pada jenis batu yang digunakan,lantai
batu bisa membuat suasana yang begitu formal atau suasana informal yang begitu
santai. Umumnya, lantai marmer yang paling formal dan lantai batu yang paling
informal. Variasi alami dalam warna dan pola membuat lantai batu sangat indah
dan sangat tahan lama.
Lantai terrazzo terbentuk dari marmer atau batu chip yang tertanam dalam beton.
Permukaannya dipoles dengan kemilau tinggi. Lantai teraso indah dan tahan lama.
Tanah liat telah digunakan untuk lantai ubin dari zaman kuno. Hari ini, tanah
liat dapat diproses dalam sejumlah cara yang berbeda, yang menghasilkan
beberapa kategori lantai ini.
Terra cotta adalah tanah liat yang telah dibakar tetapi tidak berwarna, bahan
yang sama digunakan untuk pot taman. Biasanya dibiarkan tanpa glasir. Warna
dapat bervariasi, karena variasi dalam kandungan mineral tanah.Lantai Terra
cotta menyerap cairan, sehingga mereka harus dirawat sebelum digunakan di dalam
ruangan.
Keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar di tempat pembakaran. Kemudian
sebuah glazir warna ditambahkan, dan ubin dibakar lagi,sehingga membuat warna
menjadi sangat jelas. Lanatai keramik dapat menjadi licin, sehingga mereka
biasanya digosok dengan ampelas jika mereka digunakan untuk lantai. Lantai
keramik tanpa glasir,yang disebut ubin tambang juga tersedia. Mereka bisa
terkena noda dengan mudah, sehingga mereka harus disegel ketika digunakan
sebagai lantai.
Lantai porselen adalah lantai tanah liat yang dibakar pada suhu yang sangat
tinggi. Hal ini menciptakan ubin padat sehingga yang cukup tahan terhadap
kelembaban.
Lantai ubin Mosaik biasanya terbuat dari porselen, keramik atau kaca yang
dibentuk menjadi kotak kurang dari dua inci (2,5 cm). Kotak dapat diatur untuk
membentuk gambar atau pola berulang. Para pengrajin membuatnya menggunakan
mosaik ubin lantai yang unik. Ubin ini juga tersedia dalam standar pola, yang
dapat dibeli beserta kelengkapannya untuk memudahkan pemasangan.
Vinyl genteng dikembangkan setelah Perang Dunia II. Saat ini, proses ini begitu
canggih sehingga lantai vinil dapat meniru bahan-bahan lain dari kayu-kayu dan
porselen. Mereka murah dan mudah untuk dipasang.
Lantai linoleum meningkat popularitasnya karena terbuat dari bahan-bahan alami
dengan proses berenergi rendah. Jenis lantai ini antibakteri dan tidak
mengandung racun.Awalnya linoleum hanya tersedia dalam warna-warna
lembut, tetapi saat ini warna-warna cerah juga tersedia. MACAM – MACAM DINDING
Standard
Dinding adalah salah satu elemen
bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Dilihat dari segi struktur
dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan
beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall).
Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata).
Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material atau bahan sesuai dengan kebutuhannya, contoh-contoh dinding adalah :
1. Dinding beton (struktural – dinding geser, pengisi – clayding wall/ beton pra cetak)
2. Dinding dari batu buatan : bata dan batako
3. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirap
4. Dinding batu alam/ batu kali
Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata).
Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material atau bahan sesuai dengan kebutuhannya, contoh-contoh dinding adalah :
1. Dinding beton (struktural – dinding geser, pengisi – clayding wall/ beton pra cetak)
2. Dinding dari batu buatan : bata dan batako
3. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirap
4. Dinding batu alam/ batu kali
1. DINDING
BETON
Penggunaan blok beton sudah dikenal sejak jaman pembangunan piramid-piramid di Mesir, kuil-kuil tua Yunani dan dinding-dinding bangunan Kerajaan Romawi. Dan seperti yang kita ketahui, bangunan-bangunan tua yang didirikan dengan blok beton ini banyak yang masih bertahan dengan kokoh hingga saat ini. Ini menunjukkan salah satu kelebihan blok beton dibandingkan dengan material bangunan lainnya.
Penggunaan blok beton sudah dikenal sejak jaman pembangunan piramid-piramid di Mesir, kuil-kuil tua Yunani dan dinding-dinding bangunan Kerajaan Romawi. Dan seperti yang kita ketahui, bangunan-bangunan tua yang didirikan dengan blok beton ini banyak yang masih bertahan dengan kokoh hingga saat ini. Ini menunjukkan salah satu kelebihan blok beton dibandingkan dengan material bangunan lainnya.
Dahulu blok beton dapat digunakan
untuk membuat dinding pengganti bata merah, namun karena bobot dari blok beton
ini lebih berat dari bata merah maka akan berpengaruh pada besarnya struktur.
Seiring dengan majunya teknologi bahan bangunan, diciptakan bata ringan yang
mempunyai kualitas lebih baik di bandingkan blok beton. Mempertimbangkan untuk
menggunakan bata ringan untuk membangun dinding rumah Anda juga? Bagaimana jika
Anda cermati terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan bata ringan di bawah ini.
Kelebihan blok beton:
• Bata ringan memiliki sifat yang tahan api. Tidak hanya api, bata ringan juga bersifat tahan terhadap cuaca ekstrim. Entah itu badai, panas menyengat, angin kencang, hingga cuaca di bawah nol derajat.
• Untuk penggunaan rumah, dinding bata ringan juga bebas lumut, jamur, ngengat, dan tentunya bebas pengeroposan.
• Dinding yang terbuat dari bata ringan juga kedap suara, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki rumah di daerah perkotaan yang cenderung lebih bising.
• Dinding beton terbilang berukuran besar, namun membuat bangunan lebih cepat selesai didirikan. Tanpa terasa bangunan Anda pun sudah setengah jadi.
• Bata ringan memiliki sifat yang tahan api. Tidak hanya api, bata ringan juga bersifat tahan terhadap cuaca ekstrim. Entah itu badai, panas menyengat, angin kencang, hingga cuaca di bawah nol derajat.
• Untuk penggunaan rumah, dinding bata ringan juga bebas lumut, jamur, ngengat, dan tentunya bebas pengeroposan.
• Dinding yang terbuat dari bata ringan juga kedap suara, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki rumah di daerah perkotaan yang cenderung lebih bising.
• Dinding beton terbilang berukuran besar, namun membuat bangunan lebih cepat selesai didirikan. Tanpa terasa bangunan Anda pun sudah setengah jadi.
Namun, bata ringan juga memiliki
kekurangan yang juga perlu Anda catat sebagai bahan pertimbangan. Proses
pembuatan bata ringan ini dilakukan secara pabrikasi sehingga permukaannya
lebih halus di bandingkan permukaan pada bata merah biasa. Karena itu, pada
saat aplikasi plester kadang kala adukan tidak dapat menempel sempurna
kadangkala dibutuhkan trik khusus agar aplikasi plester lebih mudah.
Permukaan bata ringan jauh lebih halus dibandingkan bata merah, sehingga untuk pekerjaan pasangan dan plesteran pada permukaan bata ringan diperlukan produk yang berkualitas.
Permukaan bata ringan jauh lebih halus dibandingkan bata merah, sehingga untuk pekerjaan pasangan dan plesteran pada permukaan bata ringan diperlukan produk yang berkualitas.
2. DINDING
BATU BUATAN:
A. DINDING BATA
Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural).
Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)
A. DINDING BATA
Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural).
Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)
B. DINDING BATAKO
Batako merupakan material untuk
dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari
campuran tras, kapur (5 : 1), kadang – kadang ditambah PC. Karena dimensinya
lebih besar dari bata merah, penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat
plesteran 75%, berat tembok 50% – beban pondasi berkurang. Selain itu apabila
dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan
plesteran+acian lagi untuk finishing.
• Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
• Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.
• Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
• Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
• Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
• Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.
• Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
• Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.
• Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
• Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
• Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
• Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.
3. DINDING
KAYU
A. DINDING KAYU LOG/ BATANG TERSUSUN
Kontruksi dinding seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah tradisional di eropa timur. Terdiri dari susunan batang kayu bulat atau balok. Sistem konstruksi seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/ pengikat lagi karena sudah merupakan dinding struktural.
Kontruksi dinding seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah tradisional di eropa timur. Terdiri dari susunan batang kayu bulat atau balok. Sistem konstruksi seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/ pengikat lagi karena sudah merupakan dinding struktural.
B. DINDING PAPAN
Dinding papan biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran ± 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.
Dinding papan biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran ± 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.
C. DINDING SIRAP
Dinding sirap untuk bangunan kayu merupakan material yang paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Selain itu juga memberikan perlindungan yang baik terhadap iklim, tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan. Konstruksi dinding sirap dapat dipaku (paku kepala datar ukuran 1”) pada papan atau reng, dengan 2 – 4 lapis tergantung kualitas sirap. (panjang sirap ± 55 – 60 cm).
Dinding sirap untuk bangunan kayu merupakan material yang paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Selain itu juga memberikan perlindungan yang baik terhadap iklim, tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan. Konstruksi dinding sirap dapat dipaku (paku kepala datar ukuran 1”) pada papan atau reng, dengan 2 – 4 lapis tergantung kualitas sirap. (panjang sirap ± 55 – 60 cm).
4. DINDING
BATU ALAM :
Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1 tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya diperlukan.
Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1 tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya diperlukan.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar